Kau "Ada"


Aku tidak pernah membayangkan sebelumnya. Jika hari-hariku akan dipenuhi oleh setiap nama yang membuncahkan dada. Mengalir darah di setiap arteri dan vena yang berisi tentang kita. Merajut kasih lewat perhatian kecil yang kau tusukkan secara terang-terangan. Saling bertukar keluh kesah, agar tawa di bibir kita berdua tercipta. Untuk segala masalah yang ada kau redam dengan sikap yang menenangkan. Kau dewasa, untuk segala rasa dan kata yang kadang butuh waktu untuk ku cerna. Sikap sederhana yang mewakili jiwa, peduli yang begitu nyata, meyakinkan aku bahwa saat ini kau benar-benar ada. Di sampingku, semoga selamanya jadi milikku.
Aku pernah ditemui ragu yang datang untuk bertamu. Ku persilakan ia masuk, lalu ku suguhkan ia wadah atas maksud kedatangannya. Dia mencecar pertanyaan silih berganti, mengais jawaban yang terus ku nanti. Tentangmu, awal terdahulu sebelum bersatu. Pernah terjadi kegaduhan antara hati dan logikaku. Meyakinkan yang tak seharusnya diragukan, memercayai yang tak seharusnya didustai. Situasi itu cukup rumit. Memeras pikiran yang semakin jadi sulit. Kau datang kehidupku untuk apa ? Untuk sekedar singgah ? Atau untuk menetap selamanya hingga tutup usia ?. Aku bukanlah orang yang terlahir istimewa, dengan segala kelebihan yang bisa di banggakan. Aku hanya lahir sebagai manusia biasa, yang berusaha menutupi segala kekurangan. Tetapi tetap saja, aku tidak bisa. Lemah. Sebelum kau benar-benar hadir untuk menutupi segalanya.

Berpikirlah sebelum kita ada untuk bersama. Apa kau yakin bisa mendewasakan aku yang terkadang kekanak-kanakan ? Bagaimana jika nanti janjimu hanya sebagai pencitraan yang tak bisa kau pertanggung jawabkan ?. Pastikan bahwa aku adalah separuh dari dirimu yang hilang, yang kau cari kesana kemari melewati beberapa hati, dan kau rela patah berulang kali sebelum akhirnya aku yang kau pilih. Untuk bersanding, bertukar bahagia, melewati hidup dengan suka cita. Pastikan bahwa kau menemukanku bukan hanya sekedar pengisi sepimu yang selalu datang menghampiri, yang bisa kau datangi dengan sesuka hati, menyertakan beberapa pilhan dari sakit hati.

Kau ada, untuk segala doa yang dikabulkan oleh Tuhan.
Kau meyakinkan aku atas segala ragu yang selama ini menyerbu. Mendikte jawaban secara terarah hanya demi hatiku yang tak ingin kau buat terluka. Kau bilang setiap kata untuk bersama bukanlah sekedar janji, yang suatu saat pasti akan kau tepati, bukanlah sekadar omong kosong belaka, yang suatu saat akan kau buat menjadi nyata. Untukmu, yakinku perlahan ada.
Setiap aku melihatmu, degupku menjadi tak biasa. Aku tidak tahu mengapa begitu, yang ku tahu aku punya rasa untukmu. Doa-doa yang selalu ku kirimkan setiap malam, melampirkan namamu didalamnya. Kau bilang jika aku rindu ; berdoalah. Mengadukan segala cerita yang sering membuatku merasakan gundah. Kau juga begitu, kan ? Mengadukan namaku di setiap sujudmu ?. Karena aku tahu, titik saat kita benar-benar menginginkan seseorang, kita tidak pernah bosan menyebutkan namanya dalam setiap doa.

Kita mulai mengerti satu sama lain. Menghargai dan memegang prinsip untuk keadaan yang bukan hanya bisa dideskripsikan lewat kata. Kau ada, untuk segala ragu. Meyakinkan jiwa yang pernah terombang-ambing tak menentu. Meyakinkan hati yang takut untuk dikecewakan seiring berjalannya waktu. Saling sapa lewat doa, saling merindukan dalam sujud, saling berharap untuk segera terwujud.

                            

Komentar

Postingan Populer