Tanggal

 

Senyummu adalah kalender setahun penuh

Yang tidak kuizinkan tanggal merah merenggutnya

Yang menyejukkan dan menenangkan

Yang kuingin bersamaku setiap waktu

Setiap saat. Denganmu


Barangkali

Senyummu adalah dipan yang tersusun rapi

Yang harumnya mewangi

Yang mengundang bunga tidur berulang kali

Yang menyenyakkan lelah dan letih

Yang ganas menyambut dini hari


Luruh seluruh masalah yang ada di pundakku

Beban berat yang setinggi gunung pun layu

Pedih yang melebam biru bisa tertawa lucu

Mendamaikan pikir sekeras batu

 

Barangkali

Senyumu adalah telaga

Tempatku menyemayamkan jiwa tak bertenaga

Membasuh keringat yang bercampur air mata

Sebab masalah bertamu tak menemui jeda

 

Inginku menyelam hingga ke dasar

Memastikan bahwa kau bukan keturunan

Seorang raja atau kaisar

Yang melarikan diri karena terkekang

Membebaskan senyum yang mulai hilang

 

Barangkali

Senyummu adalah selimut

Menghangatkan tubuhku yang menggigil

Membijaksanakan sudut pandang yang kerdil

Menegaskan langkah yang tidak adil

Di waktu subuh atau malam

Yang penuh evaluasi nan jalang dan karam

 

Kau membuatku gelisah

Menumbuhkan ambisi

Membuat semesta marah

Pada yang tidak bisa kumiliki

Tapi terpatri

Mati

 

Semoga Tuhan izinkan

Dan langit merestui

Dan tidak ada tanggal

Yang Janggal 

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer